​Menang Lewat Adu Penalty Dari Penyisihan Sampai Mengangkat Trophy Juara


WONOSOBOZONE – Tim Perempatan Kota (Praco) Kabupaten Wonosobo berhasil menjuarai Open Turnamen sepakbola Persegal Cup se-Karesidenan Kedu di lapangan Desa Butuh, Kecamatan Kalikajar, Kab. Wonosobo belum lama ini. Hal tersebut terlihat ketika kesebelasan yang diasuh oleh pelatih Suharmono mengangkat trophy kemenangan setelah berhasil menaklukan tim yang juga dari Wonosobo, yakni Kampung Senden Kecamatan Wonosobo dengan skor kacamata dan dilanjutkan adu penalty. “Sepanjang pertandingan, kami berhasil mendominasi serangan. Namun karena hujan deras dan berkepanjangan membuat kami tak dapat bermain optimal. Beberapa peluang juga terbuang sia-sia. Hingga peluit panjang dibunyikan skor tetap imbang 0-0. Setelah itu adu penalty, kami menang dengan skor 4-2,” ungkap pria yang akrab dengan sebutan Mono kepada Wartawan, Rabu (15/11).
Uniknya dalam turnamen tersebut, tim Praco sejak awal babak penyisihan group hingga memenangi laga berat itu ditentukan oleh adu penalty karena skor yang berakhir selalu imbang. Tim yang murni terdiri dari pemain lokal Wonosobo itu berhasil menumbangkan tim lawan satu persatu dengan berbekal kekompakan tim. Mono mengaku pihaknya telah melatih anak asuhannya dalam kurun waktu sedikitnya 6 bulan. “Itu yang membuat tim kami tampak terlihat solid. Sering bermain bersama dan para pemain satu sama lain bisa saling memahami. Mungkin itu yang menjadikan kami bisa menang dari tim-tim besar. Padahal tim-tim besar itu kemarin mendatangkan pemain hebat dari Jogja, Semarang, Kudus, dan kota lain,” beber Mono.
Sementara ketua panitia, Ahmad Sukur mengapresiasi positif atas prestasi yang berhasil diraih oleh tim Praco dengan mendominasi 31 tim lain. Pria yang kerap disebut Sukur itu mengaku antusiasme Praco beserta para supporter yang mencapai ratusan orang dan memadati tribun lapangan Desa Butuh layak diacungi jempol. “Begitu kalau ada turnamen bola di Wonosobo, selalu ramai dukungan. Euforia permainan 22 orang itu dapat menarik perhatian ratusan bahkan ribuan pasang mata,” terangnya. Dengan adanya dukungan dari para pegiat dan penggemar sepak bola, Sukur meyakini turnamen selanjutnya akan berlangsung lebih meriah dengan total hadiah yang lebih besar. “Ini merupakan agenda rutin tahunan para pemuda di desa kami. Tahun ini kami melibatkan tim-tim besar dari kabupaten tetangga, seperti Temanggung dan Purworejo. Itupun mereka mendatangkan para pemain dari berbagai kota besar. Rencana tahun depan kami ingin mendatangkan tim bola dari wilayah Jogja dan sekitarnya,” pungkas Sukur. (Ard)

BACA JUGA:  Pelaku Industri Rumahan Diminta Bentuk Kelompok 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.