Gamis Perkuat Monitoring Transparansi Pembangunan

WONOSOBOZONE​ – Gabungan Aliansi Masyarakat Independen Swadaya (Gamis) di Jawa Tengah mulai dibentuk masyarakat. Pada peluncuran organisasi Minggu (3/12), aktivis Gamis memberikan santunan puluhan anak yatim piatu se-Kabupaten Wonosobo. Hadir Ketua umum Gamis pusat, Aliando Syahbana dan Ketua Gamis Jawa Tengah Mahera Sugandi. Rencananya pembentukan seluruh pengurus di Jawa Tengah ditargetkan pada tiga bulan mendatang.
Mahera Sugandi menyampaikan Gamis merupakan organisasi masyarakat yang tidak terlibat dalam politik praktis karena fokus pada fungsi kontrol kinerja aparatur pemerintahan. Menurutnya, di Jawa Tengah banyak permasalahan di berbagai bidang yang membutuhkan sumbangsih ide dan pikiran terutama kaum muda dari berbagai daerah. ”Untuk kepengurusan tingkat Jawa Tengah kami akan melakukan roadshow agar dibentuk dalam waktu dekat ini,” katanya.
Dia menambahkan, organisasi ini diluncurkan ke publik dengan daerah pemilihan Kabupaten Wonosobo karena dinilai menjadi lumbung pergerakan aktivis dalam memonitoring pembangunan daerah. Menurut dia, sejak awal sebelum terbentuk para pegiat masyarakat di berbagai bidang sudah bergerak membantu pendampingan masyarakat maupun memberikan edukasi mengenai tata pemerintahan yang baik agar masyarakat berkembang maju. ”Kami memperkuat pengawasan dan pendampingan terutama agar transparansi pembangunan di daerah berjalan baik,” ungkapnya.
Sedangkan untuk pembentukan pengurus kabupaten/kota setelah di Wonosobo, Mahera menargetkan dalam bulan Desember akan membentuk kepengurusan di Salatiga, Banjarnegara, Temanggung dan Purbalingga. Eks karisedenan Kedu, lanjutnya, menjadi salah satu percontohan penguatan organsisasi. 
Sementara Ketua Gamis Pusat Aliando Syahbana menegaskan bahwa organisasi yang dipimpinanya tidak terjun dalam politik praktis karena murni gerakan masyarakat atas keprihatinan kondisi bangsa. Menurutnya, keterlibatan warga dan aktivis pemuda sangat penting dalam mengawal jalannya pembangunan oleh pemangku Kebijakan pemerintahan.  “Kami tidak terlibat politik praktis. Gamis gerakan masyarakat yang akan mengawal dan monitoring kinerja pemangku kebijakan,” jelasnya.
Aliando menjelaskan, saat ini kepengurusan di sebanyak 29 provinsi sudah terbentuk sehingga ditargetkan hingga pertengahan 2018 keseluruhan tingkat kabupaten se-Indonesia juga terbentuk. Pihaknya mengapresiasi warga Wonosobo yang terlibat aktif dalam pencananganan dan gerakan pendampingan masyarakat. Dalam beberapa bulan terakhir ini, Aliando mengaku Gamis akan berkonsentrasi maksimal membantu masyarakat dalam gerakan sosial seperti bantuan sembako maupun kebutuhan warga lainnya utamanya di pedesaan. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here