Jelang Pesta Demokrasi, Para Takmir Komitmen Tolak Politisasi Masjid

WONOSOBOZONE – Jelang tahun politik, beberapa pengurus masjid yang ada di Kabupaten Wonosobo mulai bergerak untuk mengantisipasi dengan adanya politisasi masjid. Hal tersebut diantaranya terlihat ketika seluruh Takmir masjid Darussalam Kampung Karang Gondang Kelurahan Tawangsari, Kec./Kab. Wonosobo mengkampanyekan penolakan segala bentuk aktifitas politik di masjid. Mari menjadikan masjid sebagai sarana untuk mempersatukan umat, bukan dijadikan sarana memecah belah umat dan memperuncing perbedaan. Apalagi dijadikan sebagai aktifitas politik. Jelas tidak boleh. Jadi kalau ke masjid jangan digunakan untuk kepentingan politik praktis maupun partisan, ungkap Asnawi, selaku ketua Takmir masjid Darussalam Kampung Karang Gondang, Kelurahan Tawangsari, Kec./Kab. Wonosobo, Senin (9/4/18).

Asnawi mengaku pihaknya tengah menggencarkan komitmen tersebut lantaran adanya kekhawatiran penyalahgunaan masjid sebagai aktifitas politik. Terlebih dengan adanya era digital, yang menjadikan masyarakat lebih kreatif dan inovatif dalam menyelundupkan politisasi masjid. Dengan adanya aksi tersebut, Asnawi berharap di tahun politik ini, masjid tetap terjaga kemurniannya. Mari belajar dewasa, bersikap patriot hilangkan ego. Ketika politik, pilkada, dan pilpres berjalan maka masuklah ke masjid dan tenangkan hatimu. jangan malah melibatkan aktifitas di masjid, tandasnya.

Pernyataan serupa juga diungkapkan oleh ketua Takmir masjid Baiturrohman Kampung Singkir, Kelurahan Jaraksari, Kec./Kab. Wonosobo, Ahmad Syafii. Kyai yang akrab dengan sebutan Syafik tersebut menyatakan penolakan secara tegas atas aktifitas politik di masjid yang saat ini ia urus baik secara terselubung maupun tidak. Kalau ada hal tersebut ataupun tercium bau aktifitas politik, akan segera kami laporkan ke Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kab. Wonosobo. Karena kegiatan itu melanggar aturan, tegas Syafik.

Bentuk pelanggaran berupa aktifitas politik di masjid yang diungkapkan oleh Syafik dibenarkan oleh salah satu Komisioner Panwaslu Kab. Wonosobo, Sumali ibnu Chamid. Pria yang intim dengan sebutan Ale tersebut menghimbau kepada masyarakat untuk segera melaporkan segala jenis tindak pelanggaran politisasi masjid kepada panwaslu terdekat, dengan tujuan agar keberlangsungan pemilu di tahun politik ini dapat berjalan dengan aman dan lancar. Aktifitas politik di masjid jelas melanggar hukum. Dan bagi siapa saja yang melanggarnya akan dikenakan sanksi tegas. Maka para tokoh agama dan imam masjid harus berperan secara aktif untuk menyuarakan kepada masyarakat, sehingga pelanggaran-pelanggaran itu dapat diminimalisir, pungkas Ale. (Ard)

BACA JUGA:  TIGA DESA JADI PILOT PROJECT DESBUMI BERBASIS INTERNET ONLINE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here