Anggaran Belanja Barang dan Jasa Terserap 90,26 %

WONOSOBOZONE – Pemerintah Kabupaten Wonosobo merampungkan lebih dari 2.400 paket kegiatan pembangunan daerah sepanjang Tahun 2017 lalu. Tak kurang dari 715 Milyar Rupiah anggaran belanja telah terserap seiring selesainya ribuan kegiatan tersebut. Secara prosentase, serapan anggaran yang telah dialokasikan untuk 2.409 paket kegiatan, disebut Asisten II Setda, Sumaedi mencapai 79,32 % dari total anggaran belanja langsung sebesar 901,499 Milyar Rupiah. Dalam acara peresmian kegiatan pembangunan Kabupaten Wonosobo Tahun 2017, yang dihelat di halaman kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), Rabu (11/4), Sumaedi juga mengungkap belanja barang dan jasa yang mengalokasikan hampir 402 Milyar Rupiah, terserap 90,26 %, atau 362,8 Milyar Rupiah. “Sementara untuk belanja pegawai yang dianggarkan 43,47 Milyar Rupiah serapannya mencapai 94,83 % atau senilai 41,2 Milyar Rupiah,” beber Sumaedi.

Realisasi anggaran terkecil, dilaporkan Sumaedi terjadi pada sektor belanja Modal, dimana alokasinya mencapai 456 Milyar lebih, namun penyerapannya baru mencapai 68,2 %, atau sejumlah 311 Milyar Rupiah lebih. Meski tidak terserap 100 %, anggaran belanja untuk pembangunan daerah pada Tahun 2017 disebut Sumaedi telah selaras dengan 8 target pencapaian prioritas, yang meliputi Peningkatan kualitas reformasi birokrasi untuk tata kelola pemerintahan yang baik, peningkatan kualitas sumberdaya manusia dan kesejahteraan rakyat yang berkeadilan sesuai perspektif hak warga, dan percepatan pembangunan infrastruktur untuk pertumbuhan, pemerataan dan daya saing daerah.

“Target lainnya juga mecakup peningkatan pengelolaan dan nilai tambah sumber daya alam yang berkelanjutan, peningkatan pembangunan perdesaan dalam upaya pengurangan kemiskinan dan pengangguran serta penguatan potensi ekonomi lokal berbasis komoditas dan kawasan didukung dengan pembangunan pertanian dalam arti luas, pariwisata, koperasi dan UMKM,” terangnya. Dua prioritas capaian lain, menurut Sumaedi adalah untuk meningkatkan kualitas hidup, mitigasi bencana alam, dan penanganan perubahan iklim serta penguatan penyelenggaraan trantibum dan linmas untuk menopang proses demokratisasi.

BACA JUGA:  Ketua DPRD Pimpin Upacara Sinergitas TNI, POLRI dan Sipil

Menanggapi capaian pembangunan Tahun 2017, Bupati Eko Purnomo mengaku sangat apresiatif. Namun, Bupati juga menegaskan perlunya dukungan masyarakat dan seluruh stakholder agar serapan anggaran lebih maksimal lagi di Tahun 2018, sehingga upaya mewujudkan visi pembangunan Wonosobo, yaitu maju, mandiri dan sejahtera untuk semua dapat tercapai lebih cepat. “Target prioritas pembangunan daerah pada Tahun 2018 ini salah satunya adalah pembangunan kembali pasar induk Wonosobo yang telah mendapat alokasi anggaran sebesar 150 Milyar Rupiah lebih, dan direncanakan selesai dalam 650 hari atau sekitar 2 tahun,” ungkap Bupati. Pembangunan Pasar induk Wonosobo, menurut Bupati belum dapat dilaksanakan pada 2017 karena proses pengadaan barang dan jasa baru selesai pada tanggal 27 Desember 2017 lalu. Target pembangunan lainnya, disebut Eko masih menyasar upaya menurunkan angka kemiskinan yang sampai saat ini terhitung masih cukup tinggi, atau mencapai 20,5 % dari jumlah penduduk Kabupaten Wonosobo.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here